Masih sangat segar diingatan sekitar satu bulan yang lalu saya meminta doa’ kepada ayah saya agar saya berhasil di SEO. berkali-kali saya harus mengajari lelaki hebat itu bagaimana meng-eja kata SEO (Es I O). katanya “biar doa’nya gak salah”.
Namun rupanya takdir berkehendak lain, karena dua minggu setelah itu ayah saya dipanggil oleh sang Maha Pencipta – Allah SWT.
Pada waktu itu, sebelum ayah saya mendadak terkena serangan jantung, ayah selalu memantau perkembangan SEO saya, walaupun saya sendiri terkadang merasa ragu, “apakah benar ayah saya mengerti apa yang saya bicarakan kepada beliau ?”
Tapi setidaknya disaat hampir semua keluarga was was dan merasa aneh dengan apa yang saya kerjakan, ayah saya mampu menjadi satu-satunya motivasi bagi saya waktu itu, paling tidak ayah menjadi pendengar yang baik untuk cerita-cerita saya. walaupun sekali lagi, saya ragu apakah ayah benar-benar mengerti… tapi setidaknya saya melihat keseriusan beliau untuk menjadi pendengar yang baik.
Janji saya waktu itu, saya akan bisa SEO. Teman, tahukah doa’ apa yang saya minta kepada Allah waktu itu lewat ayah saya ?
Saya meminta kepada ayah saya, “pak tolong doa’in nunu yah, nunu sekarang lagi berusaha belajar sambil praktik SEO pak, biar nunu bisa jadi ahli dalam SEO, okeh pak ?? “
Walaupun umur saya sudah tidak anak-anak lagi, tapi saya selalu berusaha menjadi anak ketika berbicara dengan beliau.
Buat saya, SEO adalah sebuah janji untuk Ayah – yang sekarang benar-benar sudah meninggalkan kami lebih dahulu.
Ayah adalah orang yang hebat, sangat hebat. Dia orang yang bersedia lapar untuk menyekolahkan anak-anaknya, dia orang yang sering sholat di sepertiga malam untuk mendoa’kan anaknya agar menjadi anak yang sholeh, dia orang yang selalu mengajarkan kita betapa pentingnya memurnikan tauhid kepada Allah, dia juga yang mengajarkan kami betapa perlunya kerja keras dalam hidup. Kami semua, anak-anak ayah bersyukur, karena kami terlahir dari seorang ayah yang hebat. selamat jalan Ayah.


