Senin, jam 17.15 ketika saya sedang menonton acara berita di ANTV yang pada saat itu Bapak JK yang membacakannya tersiar kabar bahwa Helikopter TNI jatuh di Cianjur. Dua orang tewas dan dua lainya luka berat dan satu luka ringan.
Yang meninggal di TKP pada saat itu adalah Kolonel Ricky Samuel (Komandan Pusat Pendidikan Kopassus), Kapten Agung (Kasi Operasi Latihan Kopassus). Sementara korban luka adalah pilot Lettu Hadi Isnanto, Co Pilot Lettu Sasongko, dan Lettu Agus Sudarso. Korban-korban ini selanjutnya dibawa ke rumah sakit umum daerah yang terdekat di kota Cianjur.
Helikopter milik TNI AD itu jatuh diduga akibat cuaca buruk. Helikopter jenis Bolco BO 105 buatan tahun 1988 ini kecelakaan ketika cuaca sedang tidak bersahabat. diperkirakan akibat signal yang terganggu oleh cuaca, serta jarak pandang serta angin yang bertiup kencang yang menyebabkan pesawat oleng dan akhirnya jatuh.
Sering sekali kejadian serupa terjadi di tanah air kita ini, lalu salah siapa semua ini ? Apakah ini kesalahan pemerintah? atau kesalahan TNI ? atau kesalahan Rakyat ? Semua fihak berperan dalam setiap kejadian yang menimpa bangsa kita ini.
- # Pertama, dalam pemerintahan setiap tahunnya selalu ada skala prioritas yang mesti didahulukan. katakanlah sekarang ini bangsa indonesia sedang dilanda krisis ekonomi, maka pemerintah akan lebih mengalokasikan anggarannya untuk perbaikan ekonomi. Tetapi disaat pemerintah sedang fokus pada sektor ekonomi, pihak militer malah mengadakan manuver-manuver kebijakan yang bisa mengganggu fokus pemerintah. tidak hanya pihak militer, tetapi rakyat pun selalu banyak menuntut pada pemerintah, sehingga wajar saja kalau semua rencana pemerintah tidak mengenai sasaran, artinya setengah-setengah dan tidak menampakkan hasil yang signifikan pada sektor-sektor tertentu.
- # Kedua, sudah sering kita lihat di televisi, para pejabat di senayan (para anggota DPR) yang sedang rapat, entah itu rapat dadakan atau rapat merumuskan UU, mereka tidak respect pada negara ini. Sering tidak hadir pada saat rapat, atau kalaupun hadir mereka malah asik bermain Handphone atau main laptop. Sunggu ironis, terlebih lagi mereka itu sering memberikan sanggahan di televisi bahwa ketidakhadiran mereka disebabkan banyaknya aktivitas luar yang mesti mereka jalani atau ketika tidur pada saat rapat mereka akan bilang bahwa terlalu capek untuk ikut rapat karena mereka sudah ada kerja keluar. – Percayalah jika anda memberikan alasan-alasan seperti itu rakyat tidak akan percaya sama sekali, mereka pintar dan hanya akan mengolok-olok anda dari depan layar kaca. “ingat pak, masa jabatan anda akan habis sebentar lagi dan anda punya hutang puluhan RUU yang belum di-sah-kan, anda tinggal pilih sekarang atau nanti saja di akhirat”
Tidak semua wakil rakyat tindak tanduk nya seperti itu. Hanya Tuhan yang tahu, dan biarlah keberkahan hidup menyertai anda yang sungguh-sungguh membela aspirasi rakyat. dan Nestapa bagi anda yang membual untuk rakyat sambil memperlebar lingkar perutnya dengan uang hasil keringat dan darah para rakyat.
Lalu salah siapa semua ini ?
- Salah Pemerintah, karena kalian tidak bisa bertindak tegas, cepat, tepat dan akurat dalam membuat kebijakan2 besar mengenai bangsa ini. Rakyat pasti tahu dan menghargai jika kalian sungguh-sungguh berbuat untuk kami, tapi kami belum melihat itu.
- Salah DPR / MPR, maaf walaupun tidak semuanya tapi kami sering melihat anda tidur saat rapat di televisi bahkan kami pernah melihat anda bertengkar. anda bisa memberikan ratusan alasan untuk mengklarifikasi apa yang kami lihat itu, tapi Demi Tuhan Yang Menciptakan Langit dan Bumi, kami tidak bisa percaya pada alasan anda. Rakyat pasti tahu dan menghargai jika kalian sungguh-sungguh berbuat untuk kami, tapi kami belum melihat itu.
- Salah Aparat penegak Hukum, Sudah sering kita lihat di berbagai media baik elektronik maupun koran, entah itu Hakim, Jaksa, Polisi dan lainnya mudah sekali tergoda oleh uang. Kami akan selalu pertanyakan “dimana bhakti dan pengabdian kalian untuk bangsa ini ???”
- Salah Kami (Rakyat Indonesia), kami masih membuang sampah sembarangan, kami sering tidak taat pada peraturan, kami masih sering lalai pada pajak, kami kurang mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa. “maaf kan kami Tuhan” , “Maafkan kami pak presiden, maafkankan kami DPR/MPR, maafkan kami para aparat, kami berjanji akan memperbaiki semua nya tapi tolong beri kami contoh / tauladan yang benar”
previous post : belajar seo para pemula
Oleh NugrahaBaikSekaliCumaRakyatBiasa

Angga @ 11:05 am
asal jangan pada saling menyalahkan aja nu..